Berita

Kuliah Pakar ASI di STIKES Muhammadiyah Sidrap oleh dr. Utami Roesli, SPA.,MBA.,IBCLC.,FABM.

Sidrap. 24 September 2019. STIKES Muhammadiyah Sidrap melaksanakan Kuliah Pakar yang dihadiri oleh dr. Utami Roesli., SPA., MBA., IBCLC., FABM di Auditorium Iqra. kegiatan ini di hadiri oleh semua mahasiswa, dosen dan pengelolah STIKES Muhammadiyah Sidrap. ini merupakan yang kedua kali nya Pakar ASI memberikan kuliah di Kampus STIKES Muhammadiyah. ASI sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia terutama untuk mencegah Stanting. “Ujar Ketua STIKES Bambang Roesmono.

Dalam materinya Pakar ASI menyampaikan; Ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk menyusui yang benar. Salah satunya yaitu usahakan untuk menyusui segera setelah lahir atau yang dikenal juga dengan IMD itu. 

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan salah satu cara menangani bayi baru lahir yang terkadang dianggap sebagai hal yang tidak terlalu penting. Padahal melakukan IMD dengan baik dan benar perlu dilakukan agar ketika bayi menyusui tidak mengalami bingung puting yang tentunya bisa mengganggu proses pemberian ASI dari ibu ke anaknya. 
 
Pakar ASI dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, IPABM mengatakan bahwa ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk menyusui yang benar.
 
“Nomor satu adalah usahakan untuk menyusui segera setelah lahir atau yang dikenal juga dengan IMD itu. Nomor dua yaitu hanya memberikan ASI saja selama enam bulan pertama kehidupan. Dan yang ketiga adalah ASI bisa diteruskan sampai dengan dua tahun ditambah dengan makanan pendamping asi,” ucap Utami.
 
Ia juga menambahkan bahwa ketika bayi masih berusia kurang dari enam bulan, perlu diberikan ASI eksklusif bahkan air putih pun tidak boleh diberikan.

“Tetapi memang kalau dari dokternya pada usia empat bulan sudah boleh diberikan makanan lain karena ada indikasi medis, itu masih diperbolehkan dan masih termasuk ASI eksklusif karena adanya indikasi modis,” ujar dr. Tami dalam acara kuliah pakar di STIKES Muhammadiyah Sidrap, Selasa, 24 September 2019. 
 
Pada saat melakukan IMD, dr. Tami juga menyarankan agar dilakukan sesegera mungkin. IMD itu proses menyusui yang sebaiknya dimulai segera setelah bayi lahir yaitu sekitar 5-10 menit setelah dilahirkan.
 
"Jika kondisi ibu dan anak dalam waktu 5-10 menit, bayi bisa langsung diletakkan di dada ibunya. Dan itu harus dilakukan minimal satu jam. Kalau dalam waktu kurang dari satu jam bayi sudah bisa menemukan puting susu ibu, tidak boleh diangkat terlebih dulu,” terangnya. 
 
Selain itu, dalam memberikan makanan pendamping ASI dr. Utami menyarankan agar menyediakan makanan yang memang segar. “Dalam memberikan makanan pendamping ASI pun, sebaiknya tidak boleh yang berasal dari kalengan. Harus makanan yang dibuat sendiri, bahkan sekarang ini beberapa orang tua juga membuat tepung sendiri. Jadi memang harus bahan-bahan yang fresh,” tutupnya.