Berita

Kontributor TVMu Ikuti Pelatihan Produksi Siaran Televisi, satu diantaranya dari STIKES Muhammadiyah

Sedikitnya 40 calon kontributor televisi Muhammadiyah utusan dari PDM dan PTM se-Indonesia Timur mengikuti pelatihan  siaran produksi televisi di Aula Rusunawa, Kampus Unismuh Makassar, Jumat  29 Maret 2019.

Acara ini dibuka Majelis Pustaka dan  dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah diwakili Wakil Ketua PWM Sulsel, KH Dr Mustari Bosrah yang juga Koordinator MPI PWM Sulsel. Hadir Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulsel, Hadi Saputra.

Ketua MPI PWM Sulsel, Hadi Saputra dalam laporannya, menyampaikan pelatihan siaran televisi bagi contributor  televisi Muhammadiyah ini telah diinisiasi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel dengan target peserta 50 orang.

Dilaporkan peserta dari Sulsel sebanyak 15 perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan 7 PTM se Sulsel, termasuk dari STIKES Muhammadiyah Sidrap. Selain itu ada juga peserta utusan dari empat provinsi yakni, Papua,  Gorontalo, Sulteng dan Sulbar.

Latarbelakang dari kegiatan pelatihan ini, PWM ingin membantu Televisi Muhammadiyah khususnya di Kawasan Timur Indonesia untuk lebih massif lagi memberitakan dakwah-dakwah yang cerdas dan mencerahkan  di  TVMUH yang menurut hemat PWM Sulsel selama ini belum maksimal, karena masih terbatasnya informasi-inforamasi yang diperoleh. Karena itu pelatihan ini dianggap sangat penting.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Sulsel, KH Dr Mustari Bosrah saat membuka kegiatan pelatihan ini, mengatakan, sekarang ini dengan kemajuan teknologi, dakwah tidak lagi maksimal ketika masih seperti dakwah masa dulu, yakni dari mulut ke mulut.

Sekarang ini dengan adanya media televise, penyampaian dakwah bisa lebih efektif dibandingkan dengan dakwah dari mulut kemulut. Sekarang ini dapat kita variasikan dalam menyampaikan risalah-risalah Islam yang lebih praktis dan mudah dimengerti lewat media atau berita di televise. Sayangnya kata Mustari berita dakwah  yang mencerahkan di media televisi khususnya di TVMUH sangat tertinggal dibandingkan dengan media lain. Dan inilalah kekurangan kita yang dimanfaatkan oleh media lain.

Dan oleh karena itu, maka Mustari Bosrah  berharap dengan pelatihan bagi kontributor  televise Muhammadiyah ini, pemberitaan yang cerdas dan mencerakan ini  bisa lebih massif. (nasrullah)